Skip to main content

Permasalahan Generasi Muda

Masalah pemuda merupakan masalah yang abadi dan selalu dialami oleh setiap generasi dalam hubungann dengan generasi pendahulu yang lebih tua. Masalah itu disebabkan karena akibat dari proses pendewasaan seseorang, penyesuaian dirinya dengan situasi baru, dan timbulnya harapan setiap pemuda akan mempunyai masa depan yang lebih baik daripada orang tuanya.

Masalah antar generasi merupakan salah satu kesalahan masyarakat yang dikenal sejak dulu kala. Yang dipermasahkan adalah nilai-nilai dalam kehidupan bermasyarajat. Pada umumnya dapat dikatakan bahwa masalah antar generasi mencerminkan bagaimana kebudayaan masyarakat itu sendiri.


Sehubungan dengan hal ini, para ahli sosial berpendapat bahwa masalah atar generasi kurang dan hampir tidak terdapat di masyarakat di tradisional. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa masalah antar generasi merupakan suatu masalah sosial yang bersifat modern.

Beberapa contoh permasalahan dalam generasi muda terutama di Indonesia adalah:
  1. Dirasa menurunnya jiwa idealisme, patriotisme, dan nasionalisme,
  2. Kekurangan kepastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya,
  3. Belum simbangnya jumlah antara generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia, baik formal maupun non- formal, serta tingginya jumlah pemuda putus sekolah,
  4. Kurangnya lapangan kerja serta tingginya tingkat pengangguran dikalangan generasi muda,
  5. Kurangnya kualitas gizi yang menghambat perkembangan kecersadan dan pertumbuhan generasi muda,
  6. Masih tingginya angka pernikahan dibawah umur,
  7. Pergaulan bebas,
  8.  Meningkatnya kenakalan remaja termasuk penyalahgunaaan narkotika, dan
  9. Belum adanya regulasi yang mengatur khusus generasi muda.

Comments

Popular posts from this blog

Tujuan Sosialisasi

Sosialisasi adalah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sejumlah sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan ( role theory). Karena dalam proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu. Sosialisasi memiliki agen-agen yang berperan dalam terjadinya proses sosialisasi yaitu diantaranya keluarga, teman sepergaulan, lembaga pendidikan formal (sekolah), dan media massa. Tipe sosialisasi ada dua, yaitu sosialisasi formal dan sosialisasi informal . Sosialisasi formal adalah yang terjadi melalui lembaga-lembaga yang berwenang menurut hukum yang berlaku dalam negara, seperti pendidikan melalui lembaga pendidikan (sekolah) dan pendidikan militer melalui sekolah militer. Sedangkan, sosialisasi informal terjadi di masyarakat atau dalam pergaulan yang bersifat kekeluargaan, seperti antara teman, sahabat, anggota organisasi, dan kelompok sosial...

Manusia dan Penderitaan

Bab I Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Semua orang pasti pernah merasakan pahitnya penderitaan dalam kehidupan. Semenjak manusia itu masih bayi hingga detik ini, penderitaan tidak pernah benar-benar lepas dari diri manusia. Walaupun begitu, penderitaan yang dirasakan seseorang sebenarnya sangat bergantung kepada cara orang itu memandang segala sesuatu disekitar dirinya sendiri. Penderitaan dapat memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar membuat hidup menjadi sulit. Penderitaan masa lalu adalah sebuah pengingat akan masa-masa sulit dimana seseorang harus tetap melangkah maju dalam rangka menjalani hidup. Manusia tidak pernah tahu kapan penderitaan itu akan tiba. Maka dari itu, manusia harus tetap sadar bahwa penderitaan itu akan selalu ada. Karena tak bisa dihindari, maka manusia hanya perlu menjalani hidupnya dengan segenap daya yang ia miliki. 1.2. Rumusan Masalah Masalah-masalah yang dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut. Apa itu penderitaan? Apa...